Dansatgas : Kerajinan Tangan Butuh Jiwa Seni, Kesabaran dan Kreativitas Tinggi Untuk Hasil Yang Maksimal



Belu NTT – Personel Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL Sektor Timur dari satuan Yonif 742/SWY memberikan pelatihan mebeler kepada puluhan masyarakat di Kantor Desa Tulamalae Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/10/2021).

Pelatihan mebeler tersebut merupakan kerjasama Satgas Pamtas Yonif 742/SWY dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu yang akan dilaksanakan selama 4 hari kedepan.

Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur memberikan apresiasi atas langkah positif Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat.

Selama empat hari tersebut, para Prajurit Wira Yudha Sejati akan memberikan pelatihan mebel dari bambu, gorok-gorok, seni lukisan pasir dan pembuatan lampion dari paralon dan kain.

“Empat materi tersebut akan diberikan mulai pagi hingga sore hari,” ujarnya.

Menurut Bayu Sigit, waktu empat hari sangat singkat untuk mempelajari semua materi karena masing-masing materi memiliki proses yang lumayan rumit. Namun demikian, sambungnya, pihaknya siap meluangkan waktu apabila masih dibutuhkan sehingga hasil yang dicapai lebih maksimal.

“Pelatihan semacam ini memang membutuhkan jiwa seni, kesabaran dan kreativitas tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu dengan terbatasnya waktu, para peserta bisa mendatangi Mako Satgas untuk belajar lebih banyak lagi tentang kerajinan tangan,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu Erni Ganggas, SH., saat dikonfirmasi via telephon seluler mengucapkan terimakasih kepada Dansatgas dan jajarannya yang telah memberikan support dan dukungan kepada masyarakat melalui para prajurit yang membantu membagikan ketrampilan yang sangat berguna bagi masyarakat perbatasan terutama warga baru.

Dalam pelatihan mebeler ini, kata Erni, bahan-bahannya mudah diperoleh dan bisa juga menggunakan bahan sisa atau bekas seperti bambu untuk pembuatan meja kursi dan lainnya, kayu bekas untuk gorok-gorok, seni lukis pasir menggunakan kayu dan pasir serta kerajinan pembuatan lampion dari kain dan pipa paralon. 

“Jadi bahannya mudah didapatkan dan bisa menggunakan sisa bahan atau barang bekas untuk mengurangi biaya,” terangnya. 

Kabid Perindustrian juga menjelaskan pelatihan tersebut sengaja dilakukan selain untuk menambah keterampilan, juga untuk menciptakan lapangan kerja berupa industri rumah tangga serta membantu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan keluarga dengan cara menekuni keterampilan yang sudah diberikan.

“Keterampilan yang sudah diperoleh agar dilatih dan ditekuni sehingga memiliki nilai ekonomis bagi keluarga,” pungkasnya. 

Selain di Kantor Desa Tulamalae Kecamatan Atambua Barat, pelatihan mebeler juga akan diberikan kepada masyarakat Desa Tohe Kecamatan Raihat tepatnya di Rumah Kaur Pembangunan Desa setempat.

Posting Komentar

0 Komentar