Satgas Pamtas Sektor Timur Dukung Ketahanan Pangan Wilayah Perbatasan



Belu NTT – Personel Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL khususnya sektor timur di beberapa pos fokus membantu para petani mengelola lahannya untuk bercocok tanam seperti yang dilakukan Pos Salore Kipur I dan Pos Turiscain Kipur II.

Hari ini menurut Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat, Selasa (6/7/2021) bahwa Pos Salore bersama masyarakat Dusun Dubanas Desa Tulakadi menanam jagung manis di atas lahan milik Desa Tulakadi seluas 1 hektar, sedangkan Pos Turiscain melakukan penyemprotan dan pemberian pupuk terhadap tanaman bawang di atas lahan seluas 50 are milik warga Dusun Fatululi Desa Maumutin Kecamatan Raihat Kabupaten Belu NTT.

Selain dua pos tersebut, lanjut Dansatgas, ada Pos Nunura Kipur II juga sudah melakukan penanaman ubi ungu di atas lahan milik warga tepatnya di depan Pos Nunura dan Pos Dafala Kipur III dalam waktu dekat sudah bisa panen semangka merah dan kuning hasil kerjasama dengan masyarakat.

“Ini patut diapresiasi ditengah keterbatasan yang dimiliki pos, mampu membangkitkan gairah dan semangat para petani untuk memanfaatkan lahannya. Minimal hasilnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap hari,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, kata Bayu Sigit, kondisi saat ini sedang proses pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau bahkan beberapa bulan sebelumnya air untuk memenuhi kebutuhan sudah sangat minim. Namun dengan tekad yang kuat bersama para petani, mereka bisa mengusahakan air dengan memanfaatkan sumber air yang ada baik dari sungai maupun sumber air terdekat.

Bayu Sigit juga menjelaskan, semua proses pengolahan lahan mulai bantuan mesin traktor untuk membalikan tanah maupun bibit berasal dari pos dengan harapan masyarakat akan terpacu untuk bercocok tanam, sedangkan hasilnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat terutama pemilik tanah.

“Jadi hasil yang diperoleh oleh anggota pos akan dikembalikan lagi kepada masyarakat disekitar. Tidak diambil oleh pos, kami hanya membantu para petani dalam mengupayakan lahannya,” terangnya.

Pria yang hobi fitness itu juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahannya yang kosong dengan menanam berbagai jenis sayur-sayuran untuk kebutuhan rumah tangga sehingga tidak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dapur setiap hari.

Posting Komentar

0 Komentar