Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY Dorong Anak-anak Perbatasan Untuk Raih Cita-Cita Dengan Rajin Belajar



Belu NTT – Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja mulai dari usia dini hingga tua dengan tujuan untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi anak bangsa.

Untuk mewujudkan itu, perlu adanya sinergitas semua pihak baik pemerintah, guru dan wali murid termasuk TNI yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan seperti yang dilakukan personel Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 742/SWY.

Beberapa pos hari ini kembali bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi di sekolah seperti yang dilakukan personel Pos Silawan mengajar di SDK Nanaeklot, personel Pos Salore mengajar di SMPN Heliwen dan personel Pos Motaain mengajar di SD Inpres Motaain.

Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Timur memberikan apresiasi atas sinergitas dan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik bersama pihak sekolah tidak terkecuali di wilayah Kipur I, namun juga dihampir seluruh pos-pos jajarannya.

Menurutnya, upaya ini dilakukan sebagai bentuk peran serta Satgas yang dipimpinnya untuk memberikan motivasi dan support terhadap dunia Pendidikan khususnya di wilayah perbatasan Belu dengan Timor Leste.

“Jadi tidak hanya dilakukan di sekolah, bahkan di pos-pos sengaja membuat lopo-lopo untuk mengajar adik-adik kita diluar jam belajar di sekolah terutama membaca dan berhitung sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan belajar,” terangnya.

Kita ketahui bersama, sambung Bayu Sigit, kesempatan untuk meraih cita-cita itu tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di kota, namun masyarakat di pedesaan termasuk di wilayah perbatasan juga memiliki peluang yang sama untuk mengejar dan meraih mimpinya.

“Dan ini sudah kita lakukan terhadap para pemuda yang ingin melanjutkan Pendidikan Kedinasan, yang ingin mengabdikan diri melalui TNI dan menjadi PNS. Mereka diberikan latihan fisik dan psikologi di pos, in syaa Allah semoga mereka berhasil dan sukses,” ujarnya.


Alumnus Akmil 2003 itu juga mendorong personel jajarannya untuk tetap aktif memberikan pembinaan dan bimbingan belajar baik langsung di sekolah maupun di pos, minimal semangat belajar adik-adik siswa-siswi terpelihara dan tidak menurun sehingga kedepan mereka mampu membangun kampung halamannya sendiri.

“Ini harapan kami, mereka mampu membangun desanya sendiri dan berkembang menjadi pemuda yang dapat andalkan bangsa dan negara dari wilayah perbatasan,” tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar